Followers

Diberdayakan oleh Blogger.

ANAK DIDIK KU NAKAL.....???

Oleh mafajrul 10 Januari 2013 0 komentar


Sekolah merupakan lembaga pendidikan bukan lembaga pengadilan yang bertugas untuk memberi hukuman kepada siswa yang melakukan kesalahan. Oleh karena itu, semua yang dilakukan oleh seorang guru di sekolah hendaknya dapat dimaknai sebagai bagian dari proses pendidikan, termasuk di dalamnya ketika harus memberikan sanksi (hukuman) kepada siswa yang melakukan sebuah kesalahan.
Siswa yang bersalah memang harus diberi sanksi atau hukuman yang sesuai supaya dapat menimbulkan efek jera, baik bagi siswa yang bersangkutan maupun bagi siswa lain. Oleh sebab itulah, dalam memberikan sanksi kepada siswa sesungguhnya bukan merupakan persoalan yang sederhana. Karena di satu sisi, hukuman yang diberikan kepada siswa harus dapat “membebani” siswa untuk memberikan efek jera, tapi di sisi lain hukuman tersebut juga harus tetap berada dalam koridor proses pendidikan.

Mendidik
Pola pendidikan yang diterapkan di sebagian sekolah atau lembaga lebih cenderung melihat kesalahan anak didik adalah racun buat anak didik yang lain. Sebab ditakutkan akan mempengaruhi siswa-siswa yang sehingga dengan berbagai cara para guru memberikan sanksi fisik yang membuat anak didik itu trauma bahkan merasa di anak tirikan di sekolah tersebut. Sehingga yang terjadi adalah setiap peserta didik yang melakukan sebuah kesalahan maka akan langsung ditindak dan dihukum. Hal tersebut pada akhirnya akan membuat anak didik menjadi seorang yang penakut, tidak memiliki kreatifitas serta akan menjadi seoarang yang tidak bertanggung jawab dalam melakukan sesuatu.
Ketika seorang siswa melakukan kesalahan, seharusnya tugas seorang guru adalah memberi tahu apa yang salah, menasehati serta membantu siswa memperbaiki kesalahan tersebut. Dengan begitu, siswa akan belajar dari kesalahan yang telah ia perbuat. Akan tetapi jika telah dibimbing, peserta didik tetap melakukan kesalahan yang sama, maka siswa perlu ditindak dengan tegas dengan diberi sanksi (hukuman).
Hukuman yang diberikan kepada siswa tentu harus mendidik dan bisa membuat jera siswa tersebut. Diantara sanksi yang mendidik misalnya guru dapat menyuruh siswa yang berbuat salah untuk membaca buku di perpustakaan sekolah lalu meringkasnya. Hal tesebut disamping dapat membangun budaya baca siswa, tentu saja siswa dapat menambah wawasan keilmuan siswa. Jika kesalahan yang dilakukan oleh siswa bersifat kolektif, maka guru dapat memberikan hukuman misalnya para siswa diminta untuk membersihkan ruang kelas secara bergotong royong. Disamping mengajarkan siswa untuk cinta kebersihan, hukuman ini juga sangat baik untuk membangun kerjasama dan kebersamaan.
Saat ini hukuman fisik tidak relevan lagi diterapkan disekolah, selain dilarang, hal tersebut bisa menimbulkan trauma bagi siswa. Guru profesional tentu dapat mengetahui perbedaan karakter masing-masing siswa, sehingga ketika siswa melakukan kesalahan guru dapat menakar sanksi yang akan diberikan. Hukuman tersebut tidak boleh membuat malu siswa, karena hukuman yang memperlakukan justru dapat membangkitkan dendam dan berpotensi membuat siswa membuat kesalahan lain yang lebih besar.
Tugas seorang guru memanglah lengkap dalam segala hal baik manajemen sekolah, kepengurusan, hingga sebagai orang tua ke dua setelah orang tua/wali murid peserta didik. Seandainya seorang peserta didik itu sudah dikenal anak nakal atau sudah tidak bisa diurus oleh sekolah apakah sebuah jaminan lagi jika anak didik tersebut dipindahkan atau dikeluarkan dari sekolah agar dia lebih baik lagi dalam prestasi atau prilaku kesehariannya.
Sebuah lembaga atau sekolah dikatakan berhasil mendidik ketika semua peserta didik baik dalam peningkatan prestasi dan sikap prilaku sopan santun di sekolah atau di luar sekolahnya. Namun yang terlihat disebagian sekolah malah melupakan hal itu yaitu mencoba mengadakan pendekatan emosional kepada siswa-siswi yang dikatakan “NAKAL”.
Mari kita mengenali apa itu hukuman dan konsekuensi menurut beberapa tulisan yang saya baca :

Hukuman
1.      Menjadikan siswa sebagai pihak yang tidak punya hak tawar menawar dan tidak berdaya. Guru menjadi pihak yang sangat berkuasa. Ingat “Power tends to corrupt”
2.      Jenisnya tergantung guru, apabila hati guru sedang senang maka siswa terlambat pun tidak akan dikunci diluar.
3.      Bisa dijatuhkan berlipat-lipat derajatnya  terutama bagi siswa yang sering melanggar peraturan.
4.      Guru cenderung memberi cap buruk bagi anak yang sering melanggar.
5.      Sifatnya selalu berupa ancaman
6.      Tidak boleh ada pihak yang tidak setuju, semua pihak harus setuju. Jadi sifatnya memaksa.

Konsekuensi
1.      Dijatuhkan saat ada perbuatan yang terjadi dan berdasarkan pada aturan yang telah disepakati.
2.      Sesuai dengan perilaku pelanggaran yang siswa lakukan.
3.      Menghindari memberi cap pada anak, dengan memberi cap jelek akan melahirkan stigma pada diri anak bahwa ia adalah pribadi yang berperilaku buruk untuk selama-lamanya.
4.      Membuat siswa bertanggung jawab pada pilihannya. Anda bisa mengatakan “Kevin kamu memilih untuk ribut pada saat bu guru sedang menerangkan maka silahkan duduk di luar selama 5 menit”. Dengan demikian anda menempatkan harga diri anak pada peringkat pertama. Bandingkan dengan perkataan ini “Kevin, dasar kamu anak tidak tahu peraturan,…. tukang ribut! Sana keluar….!




PENYULUHAN KESEHATAN HIV/AIDS

Oleh mafajrul 9 Januari 2013 0 komentar

Fajrul Hidayah Batujai/11 Jan 2013 – Penyuluhan kesehatan adalah penambahan pengetahuan dan kemampuan seseorang melalui tehnik praktek belajar atau instruksi dengan tujuan mengubah atau mempengaruhi perilaku manusia secara individu, kelompok maupun masyarakat untuk dapat lebih mandiri dalam mencapai tujuan hidup sehat (Depkes, 2002)
Dengan sedikit referensi itu maka perlu sebuah lembaga atau yayasan untuk mengadakan penyuluhan kesehatan tentang kesehatan anak-anak didik yang disebabkan oleh pengaruh cuaca yang tidak menentu dan akibat pergaulan anak muda yang menyebabkan  terinfeksi oleh virus HIV/AIDS. Maka perlu kiranya pengenalan dini yang dilakukan kepada siswa-siswi/ Pelajar agar mereka lebih tahu seperti apa penyakit HIV/AIDS itu berkembang dalam tubuh kita, maka Yayasan Fajrul Hidayah mengadakan penyuluhan kesehatan yang diikuti oleh semua siswa-siswi yang ada di Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah. Bahkan antusias para dewan guru yang sedikit nguping-nguping lewat luar ruangan pun terjadi sebab penyuluhan HIV/AIDS ini juga perlu diketahui oleh orang dewasa pada umumnya. Menurut paparan yang disampaikan oleh narasumber Taufikurrahman,S.Kp.,Ners bahwa penularan HIV/AIDS disebabkan oleh :
1  Kontak darah: tattoo, suntikan, alat kedokteran
2  Dari ibu ke bayinya melalui air susu
3. Berganti-ganti pasangan seks

Adapun fase-fase perjalanan penyakit, pengobatan dan cara mencegah penulran  HIV/AIDS, seperti pemaparan Taufikurrahman adalah

Fase-fase perjalanan HIV/AIDS
l  Fase Pertama
a.       Tubuh sdh terinfeksi HIV
b.      Asimtomatis
c.       Kadang timbul dlm bentuk INFLUENZA
d.      Sudah bisa menularkan ke orang lain
e.       Fase ini dikatakan juga sbg WINDOW PERIOD

2  Fase Kedua
a.       Berlangsung 2 – 10 thn setelah terinfeksi HIV
b.      Hasil tes darah terhadap HIV positif
c.       Belum menunjukkan gejala orang sakit
d.      Dapat menularkan keorang lain

3  Fase Ketiga
a.       Keringat dingin berlebihan pada waktu malam
b.      Diare terus menerus
c.       Pembengkakan kelenjar getah bening
d.      Flu tidak sembuh-sembuh
e.       Napsu makan berkurang
f.       Berat badan terus menurun yaitu 10 % dari BB awal dalam waktu 1 bulan

4  Fase Keempat
a.       Kanker kulit yang disebut dgn SARKOMA KAPOSI
b.      Infeksi paru-paru ( TBC )
c.       Infeksi usus yg menyebabkan diare terus menerus
d.      Infeksi otak yg menyebabkan kekacoan mental,sakit kepala dan sariawan
e.       BB menurun lebih dari 10%

Cara mencegah penularan HIV
l  jauhi hubungan seks dgn orang yg hiv positif
2  bersikap saling setia terhdp pasangan anda
3  cegah dgn menggunakan kondom
4  hindari pemakaian narkoba

PENGOBATAN
Tidak ada obat yang pasti bisa menyembuhkan secara total untuk penyakit HIV/AIDS. Namun dari dunia medis ada obat yang hanya mencegah virus. Salah satu nama obat itu adalah odha yaitu art yg digunakan untuk menekan jumlah virus di dalam darah agar art bisa bekerja efektif, maka kita harus menggunakan 3 kombinasi obat. Obat art harus diminum seumur hidup.
Adapun kegiatan ini berlangsung dengan tawa-tawa kecil dari para peserta penyuluhan yang disebabkankan oleh narasumber yang begitu menghayati penyampaian yang dilakukan dan mencoba lebih kepada gimana cara agar materi yang disampaikan bisa dicerna oleh para peserta yang notabenanya adalah masih anak-anak usia SLTP dan SLTA







MA Fajrul Hidayah Batujai, 10 Jan 2013 – Pemilihan Pengurus baru OSIM (Organisasi Siswa Intra Madrasah) masa pengurusan 2013-2014 di Fajrul Hidayah Batujai berjalan lancar walau kegiatannya sederhana yang diikuti oleh semua siswa-siswi MA Fajrul Hidayah, namun hal itu tidak menyurutkan niat para siswa-siswi menyukseskannya dengan begitu antusias membuat perwakilan calon dari tiap kelas mereka.
Dalam pelaksanaan pemilihan pengurus baru untuk periode 2012-2013 siswa diajarkan memilih dan dipilih secara demokrasi . tiap kelas mengusung 2 orang perwakilan yang sebelumnya adalah hasil pemilihan yang dilaksanakan di kelas mereka masing-masing yang kemudian diikutkan dalam pemilihan pengurus OSIM di lingkungan Madrasah Aliyah Fajrul Hidayah. Adapun nama-nama calon pengurus OSIM periode 2013-2014 adalah :
1.       Rahmatul Ummah (kelas X)
2.       Bq. Mariani (Kelas X)
3.       Patin Hardianti (Kelas XI IPS)
4.       Rahmi (Kelas XI IPS)
5.       Dedi Wisnu (Kelas XI BHS)
6.                             (XI BHS)
Pemilihan calon pengurus OSIM berjalan dengan tertib dan aman terlihat dari suasana pemungutan suara dan penghitung suara terbanyak yang dilakukan oleh panitia pemilihan calon pengurus OSIM yang dilaksanakan kira-kira selama 2 jam, adapun perolehan suara sebagai berikut:
1.       Dedi Wisnu           = 27 suara (Ketua)
2.       Patin Hardianti      = 17 suara (Wakil Ketua)
3.       Rahmi                    = 9 suara (Sekretaris)
4.       Bq. Mariani           = 8 suara (Bendahara)
5.       Rahmatul Ummah = 7 suara
Tugas dari pengurus baru ini haruslah lebih baik dari pengurus tahun lalu, sebab organisasi siswa intra madrasah ini dibentuk sebagai wadah siswa-siswa untuk mengembangkan kemampuan meraka dalam hal pengalaman berorganisasi di lingkungan sekolah yang tentunya butuh pembinaan dan dukungan dari sekolah dan para dewan guru yang ada di sekolah Madrasah Aliyah Fajrul hidayah dan Yayasan Fajrul Hidayah secara umumnya.



Narmada 25 September - Katanya narmada kota air namun cuaca panas masih terasa di lokasi Workshop, namun tidak membuat para peserta Workshop Mapelum TIK berkecil hati....Bersambung...

|

NoNama GuruL/PIjazah TerakhirPelajaranJabatan
1 Lukmanul Hakim,S.Pd.I L S1 Tarbiyah B.Arab Kepala Sekolah
2 H.Moh.Zaki L MAN SKI Guru
3 Miftahuddin,S.Pd L S1 B.Inggris B.Inggris Guru
4 Saefulah,S.Pd L S1 B.Inggris B.Inggris Guru
5 Rajab,S.Pd L S1 B.Indo B.Indonesia GTY
6 Ahmad Gazali,A.Md L D3 Perpajakan Matematika/Fisika/Kimai GTY/GK
7 M.Ali Hanapiah,S.Pd L S1 Matematika Matematika GTY
8 Hamzan Wadi, SE L S1 Ekonomi Ekonomi/SB GTY
9 Kusnadi,S.Pd L S1 Syari'ah IPS Terpadu GTY/Kesiswaan
10 Padli,S.Pd L S1 IPOK Penjaskes GTY
11 Harmaen,S.Pd L S1 Ekonomi Sejarah GTY/Wali Kelas
12 Adil Amrullah,S.Pd.I L S1 Tarbiyah TIK GTT/TU
13 Husnul Yakin,S.Pd L S1 Geografi GTY
14 Azhari,S.Pd.I L S1 B.Indonesia GTY
15 Heroni,SP P S1 Pertanian Ekonomi GTT
16 Sumarniati,S.Ag P S1 Syari'ah Akidah Akhlak GTY
17 Muhimmatul Adawiyah,S.Ag P S1 Syari'ah IPS Terpadu GTY
18 Patiah Sari,S.Pd.I P S1 Tarbiyah Fiqih GTY/Kurikulum
19 Nurjannah,S.Pd.I P S1 Tarbiyah B.Arab GTT
21 Laela Fitriani,S.Ag P S1 Tarbiyah Qur'an Hadist PNS
22 Mianim P S1 B.Inggris B.Inggris GTT